70 Warga Merugi Ratusan Juta Rupiah, Begini Kondisi Perumahan Syariah Madina Asri Luwuk Banggai

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI – Perumahan Syariah Bumi Madina Asri di Kelurahan Maahas, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, mulai ditumbuhi tanaman liar.

Tak satupun bangunan perumahan berdiri di lokasi tersebut.

Padahal, Bupati Banggai Herwin Yatim dan perusahaan pengambang perumahan PT Indo Tata Graha (ITG) secara simbolis telah meletakkan batu pertama pembangunan masjid sejak September 2019.

TribunPalu.com menyusuri jalan menuju Perumahan Syariah Bumi Madani Asri Luwuk, Selasa (8/6/2021) sore.

Perjalanan dimulai dari ruas jalan utama, lalu melewati sisi kiri kantor Dinas PUPR Kabupaten Banggai.

Lokasi perumahan terletak sekitar 1 kilometer dari jalan poros.

Perumahan Syariah Bumi Madani Asri di Kelurahan Maahas, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, mulai ditumbuhi tanaman liar. (TRIBUNPALU.COM/NAWI)

Sisi kiri dan kanan jalan menuju lokasi perumahan ditanami warga tanaman jagung dan kelapa, belum ada satupun rumah milik konsumen.

Tiba di lokasi perumahan, terlihat dua bangunan kayu di sudut lahan.

Rumah itu tak berpenghuni dan terkunci.

Di atas lahan yang telah diratakan sekitar 2 hektare itu, hanya diisi 2 pondasi tanpa besi penyangga yang berdiri.

Sekitar 30 menit berada di lokasi itu, taka ada satupun pekerja perumahan yang bisa ditemui.

Sebelumnya, puluhan perumahan Syariah Bumi Madina Asri Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, menuntut pengembalian dana.

Konsumen merasa dibohongi PT Indo Tata Graha selaku pengembangan Perumahan Syariah Bumi Madina Asri Luwuk karena rumah tak kunjung terbangun.

“Customer sudah resah dan perusahaan berjanji mengambalikan dana. Hingga Dadang dilaporkan dana belum dikembalikan,” ujar Marhum, seorang user perumahan.

Perumahan Syariah Bumi Madani Asri di Kelurahan Maahas, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, mulai ditumbuhi tanaman liar. (TRIBUNPALU.COM/NAWI)

Menurut Marhum, kuasa hukum Dadang Hidayat telah meminta agar aset perumahan disita terlebih dahulu.

Adapun aset perumahan tersebut hanya sekitar Rp 2,2 miliar.

Sedangkan dana konsumen yang sudah disetor mencapai Rp 6 miliar lebih.

“Tadi sudah tanda tangan perjanjian kuasa hukum dengan customer di akta notaris untuk penyiataan aset,” ucap Marhum.

Korban Perumahan Syariah Bumi Madina Asri Luwuk terdiri dari berbagai profesi, mulai dari pegawai negeri sipil di lingkungan pemerintah Kabupaten Banggai, polisi, hingga guru.

Perumahan Syariah Bumi Madina Asri Luwuk membedankan uang muka Rp 20 juta untuk rumah tipe 36.

Adapun angsurannya Rp 1,9 juta per bulan untuk total pembayaran Rp 150 juta.

Dalam kasus itu, Ditektur PT ITG Dadang Hidayat ditangkap di Surabaya, Jawa Timur pada Rabu (2/6/2021).(*)

Sumber: https://palu.tribunnews.com/2021/06/08/70-warga-merugi-ratusan-juta-rupiah-begini-kondisi-perumahan-syariah-madani-asri-luwuk-banggai?page=all

Print Friendly, PDF & Email

, , , , , , ,

Related posts

Latest posts