Bos Perumahan Syariah Ditangkap, 70 Warga Banggai Terancam Kena Tipu Miliaran Rupiah

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi ZikriĀ 

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI – Direktur PT Indo Tata Graha (ITG) di Luwuk Dadang Hidayat (36) ditangkap di Surabaya, Jawa Timur atas dugaan penipuan dan penggelapan.

Dadang Hidayat merupakan tersangka utama dalam kasus penipuan dan penggelapan uang konsumen yang dijanjikan investasi dalam bentuk properti.

Ditangkapnya Dadang Hidayat membuat 70 konsumen properti PT Indo Tata Graha (ITG) di Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah terancam kehilangan uang miliaran rupiah.

Mereka diduga ditipu atas investasi PT ITG dengan cara menyediakan lahan untuk pembangunan properti rumah di belakang Kantor Dinas PUPR Banggai, Kelurahan Maahas, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Proyek perumahan itu bernama Syariah Bumi Madina Asri Luwuk.

Proyek dimulai saat peletakan batu pertama pembangunan Masjid Wahdah Islamiyah pada 7 September 2019.

Bupati Banggai Herwin Yatim dan CEO Perumahan Syariah Bumi Madinah Asri luwuk, Dadang Hidayat menaruh peletakan batu pertama Masjid Wahdah Islamiyah Banggai sebagai simbol dimulainya proyek.

Pasca-ditangkapnya Direktur PT ITG Dadang Hidayat oleh Polrestabes Surabaya, Rabu (2/6/2021) lalu, 70 konsumen properti langsung menggelar pertemuan dengan kuasa hukum PT ITG di Hotel Santika Luwuk, Minggu (6/6/2021) malam.

Pertemuan itu untuk meminta pertanggung jawaban PT ITG atas setoran konsumen yang telah mencapai Rp 6 miliar lebih.

“Kami tadi sudah gelar pertemuan dengan kuasa hukum PT ITG untuk menindaklanjuti ditangkapnya Direktur PT IGM Dadang Hidayat di Surabaya,” kata seorang konsumen, Marhum kepada TribunPalu.com, Minggu (6/6/2021) malam.

Dalam pertemuan tersebut, para konsumen akan menyita aset dengan cara pembuatan akta notaris.

“Besok pagi, kami buat akta notarisnya,” kata Marhum.

Dia mengungkapkan, nilai investasi PT ITG di Luwuk hanya sekitar Rp 2,2 miliar dalam bentuk lahan dan kantor.

Namun setoran konsumen sudah mencapai Rp 6 miliar lebih sejak 2019 lalu.

Sekadar diketahui, Direktur PT ITG Dadang Hidayat merupakan tersangka utama dalam kasus penipuan dan penggelapan uang konsumen yang dijanjikan investasi dalam bentuk properti.

Dalam aksinya, Dadang Hidayat menawarkan konsep investasi properti smartkost yang akan dibangun di daerah strategis, dekat dengan kampus dan perkantoran di Surabaya.

Smartkost itu, ditawarkan Dadang Hidayat kepada para konsumen melalui brosur konvensional maupuan secara online di Facebook.

Untuk menarik minat, Dadang Hidayat bahkan menjanjikan keuntungan seumur hidup dalam pengelolaan konsep smartkost yang digagasnya itu.

Namun siapa sangka, sejak tahun 2018 berkutat pada bisnis properti, smartkost yang dijanjikan oleh Dadang Hidayat kepada konsumennya belum pernah terealisasikan hingga saat ini.

“Setelah mendapat laporan korban, kami lakukam penyelidikan termasuk status tanah yang hendak digunakan sebagai properti bukanlah milk tersangka alias belum dibebaskan.

“Jadi akhirnya kami amankan tersangka di kantornya,” kata Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Ambuka Yudha Hardi Putra, seperti dikutip dari SuryaMalang.com, Rabu (2/6/2021).

Untuk meyakinkan korbannya, Dadang Hidayat membuat legalitas perusahaan developer PT ITG itu serapi mungkin.

Bahkan, nomor rekening yang digunakan untuk transaksi merupakan nomor rekening perusahaan yang memang sudah terdaftar di dinas terkait.

“PTnya asli. Legalitasnya ada. Tetapi memang untuk operasional layaknya perusahaan properti tidak kami temukan,” imbuhnya.

Dadang Hidayat Ditangkap di Surabaya

Dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan Direktur Utama (Dirut) PT Indo Tata Graha (ITG), Dadang Hidayat (36), sedang diusut Polrestabes Surabaya.

Dadang Hidayat merupakan tersangka utama dalam kasus penipuan dan penggelapan uang konsumen yang dijanjikan investasi dalam bentuk properti.

Dalam aksinya, Dadang Hidayat menawarkan konsep investasi properti smartkost yang akan dibangun di daerah strategis, dekat dengan kampus dan perkantoran di Surabaya.

Smartkost itu, ditawarkan Dadang Hidayat kepada para konsumen melalui brosur konvensional maupuan secara online di Facebook.

Untuk menarik minat, Dadang Hidayat bahkan menjanjikan keuntungan seumur hidup dalam pengelolaan konsep smartkost yang digagasnya itu.

Namun siapa sangka, sejak tahun 2018 berkutat pada bisnis properti, smartkost yang dijanjikan oleh Dadang Hidayat kepada konsumennya belum pernah terealisasikan hingga saat ini.

“Setelah mendapat laporan korban, kami lakukam penyelidikan termasuk status tanah yang hendak digunakan sebagai properti bukanlah milk tersangka alias belum dibebaskan,” ujarnya.

“Jadi akhirnya kami amankan tersangka di kantornya,” kata Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Ambuka Yudha Hardi Putra, Rabu (2/6/2021).

Sumber: https://palu.tribunnews.com/2021/06/07/bos-perumahan-syariah-ditangkap-70-warga-banggai-terancam-kena-tipu-miliaran-rupiah?page=all

Print Friendly, PDF & Email

, , , , , ,

Related posts

Latest posts