Direktur PT ITG Banggai Ditangkap di Surabaya, 70 Konsumen Properti di Luwuk Terancam Rugi Miliaran

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri 

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI – Sebanyak 70 konsumen properti PT Indo Tata Graha (ITG) di Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah terancam kehilangan uang miliaran rupiah.

Mereka diduga ditipu atas investasi PT ITG dengan cara menyediakan lahan untuk pembangunan properti rumah di belakang Kantor Dinas PUPR Banggai, Kelurahan Maahas, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Di Luwuk, proyek perumahan ini bernama Syariah Bumi Madina Asri Luwuk.

Saat itu, peletakan batu pertama pembangunan Masjid Wahdah Islamiyah pada 7 September 2019.

Bupati Banggai Herwin Yatim dan CEO Perumahan Syariah Bumi Madinah Asri luwuk, Dadang Hidayat menaruh peletakan batu pertama Masjid Wahdah Islamiyah Banggai sebagai simbol.

Pasca-ditangkapnya Direktur PT ITG, Dadang Hidayat oleh Polrestabes Surabaya, Rabu (2/6/2021) lalu, 70 konsumen properti langsung menggelar pertemuan dengan kuasa hukum PT ITG di Hotel Santika Luwuk, Minggu (6/6/2021) malam.

Pertemuan itu untuk meminta pertanggung jawaban PT ITG atas setoran konsumen yang telah mencapai Rp 6 miliar lebih.

“Kami tadi sudah gelar pertemuan dengan kuasa hukum PT ITG untuk menindaklanjuti ditangkapnya Direktur PT IGM Dadang Hidayat di Surabaya,” kata seorang konsumen, Marhum kepada TribunPalu.com, Minggu malam.

Dalam pertemuan tersebut, para konsumen akan menyita aset dengan cara pembuatan akta notaris.

“Besok pagi, kami buat akta notarisnya,” kata Marhum.

Dia mengungkapkan, nilai investasi PT ITG di Luwuk hanya sekitar Rp 2,2 miliar dalam bentuk lahan dan kantor.

Namun setoran konsumen sudah mencapai Rp 6 miliar lebih sejak 2019 lalu.

Sekadar diketahui, Direktur PT ITG Dadang Hidayat merupakan tersangka utama dalam kasus penipuan dan penggelapan uang konsumen yang dijanjikan investasi dalam bentuk properti.

Dalam aksinya, Dadang Hidayat menawarkan konsep investasi properti smartkost yang akan dibangun di daerah strategis, dekat dengan kampus dan perkantoran di Surabaya.

Smartkost itu, ditawarkan Dadang Hidayat kepada para konsumen melalui brosur konvensional maupuan secara online di Facebook.

Untuk menarik minat, Dadang Hidayat bahkan menjanjikan keuntungan seumur hidup dalam pengelolaan konsep smartkost yang digagasnya itu.

Namun siapa sangka, sejak tahun 2018 berkutat pada bisnis properti, smartkost yang dijanjikan oleh Dadang Hidayat kepada konsumennya belum pernah terealisasikan hingga saat ini.

“Setelah mendapat laporan korban, kami lakukam penyelidikan termasuk status tanah yang hendak digunakan sebagai properti bukanlah milk tersangka alias belum dibebaskan.

“Jadi akhirnya kami amankan tersangka di kantornya,” kata Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Ambuka Yudha Hardi Putra, seperti dikutip dari SuryaMalang.com, Rabu (2/6/2021).

Untuk meyakinkan korbannya, Dadang Hidayat membuat legalitas perusahaan developer PT ITG itu serapi mungkin.

Bahkan, nomor rekening yang digunakan untuk transaksi merupakan nomor rekening perusahaan yang memang sudah terdaftar di dinas terkait.

“PTnya asli. Legalitasnya ada. Tetapi memang untuk operasional layaknya perusahaan properti tidak kami temukan,” imbuhnya. (*)

 

Artikel ini telah tayang di TribunPalu.com dengan judul Direktur PT ITG Banggai Ditangkap di Surabaya, 70 Konsumen Properti di Luwuk Terancam Rugi Miliaran, https://palu.tribunnews.com/2021/06/06/direktur-pt-itg-banggai-ditangkap-di-surabaya-70-konsumen-properti-di-luwuk-terancam-rugi-miliaran?page=2.
Penulis: Asnawi Zikri
Editor: Haqir Muhakir

Print Friendly, PDF & Email

, , , , ,

Related posts

Latest posts