Dirut PT ITG Dadang Hidayat Diciduk dan Ditahan Polrestabes Surabaya, Terkait Penipuan & Penggelapan

SURYAMALANG.COM, SURABAYA – Dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan Direktur Utama (Dirut) PT Indo Tata Graha (ITG), Dadang Hidayat (36), sedang diusut Polrestabes Surabaya.

Dadang Hidayat merupakan tersangka utama dalam kasus penipuan dan penggelapan uang konsumen yang dijanjikan investasi dalam bentuk properti.

Dalam aksinya, Dadang Hidayat menawarkan konsep investasi properti smartkost yang akan dibangun di daerah strategis, dekat dengan kampus dan perkantoran di Surabaya.

Smartkost itu, ditawarkan Dadang Hidayat kepada para konsumen melalui brosur konvensional maupuan secara online di Facebook.

Untuk menarik minat, Dadang Hidayat bahkan menjanjikan keuntungan seumur hidup dalam pengelolaan konsep smartkost yang digagasnya itu.

Namun siapa sangka, sejak tahun 2018 berkutat pada bisnis properti, smartkost yang dijanjikan oleh Dadang Hidayat kepada konsumennya belum pernah terealisasikan hingga saat ini.

“Setelah mendapat laporan korban, kami lakukam penyelidikan termasuk status tanah yang hendak digunakan sebagai properti bukanlah milk tersangka alias belum dibebaskan.”

“Jadi akhirnya kami amankan tersangka di kantornya,” kata Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Ambuka Yudha Hardi Putra, Rabu (2/6/2021).

Untuk meyakinkan korbannya, Dadang Hidayat membuat legalitas perusahaan developer PT ITG itu serapi mungkin.

Bahkan,nomor rekening yang digunakan untuk transaksi merupakan nomor rekening perusahaan yang memang sudah terdaftar di dinas terkait.

“PTnya asli. Legalitasnya ada. Tetapi memang untuk operasional layaknya perusahaan properti tidak kami temukan,” imbuhnya.

Sementara itu, Dadang Hidayat berdalih jika uang para konsumen yang nilainya mencapai Rp 11 Milyar itu digunakan sepenuhnya untuk membiayai operasional perusahaan termasuk proses pembangunan.

“Uangnya sebagian besar untuk proses pembangunan, operasional kantor dan gaji karyawan.”

“Termasuk untuk pelepasan tanah dan pengurukan,” kata Dadang Hidayat.

Selain itu, Dadang Hidayat menyebut jika dirinya adalah korban lantaran macetnya pembangunan karena status tanah yang belum jelas hingga izin mendirikan bangunannya juga tidak bisa diterbitkan.

“Sebenarnya semua uang yang sudah masuk ke rekening perusahaan itu untuk biaya progres pembangunan.”

“Namun karena adanya kendala dari status tanah yang akan dilepaskan. Hingga berdampak pada pengurusan sertifikat dan izinnya,” terang Dadang Hidayat.

Meski begitu, polisi tetap menetapkan Dadang Hidayat sebagai tersangka utama karena apa yang dijanjikannya pada para konsumen tidak teralisasi hingga saat ini.

“Janjinya memang dua tahun setelah pembayaran. Namun saat ini sama sekali tidak ada perkembangan pembangunan seperti yang dijanjikan tersangka,” tutup Ambuka.

Berita sebelumnya

ITG Diduga Developer Bodong, Customer Geram Soal Pembangunan yang Mangkrak dan Keruwetan Refund

Developer syariah, Indo Tata Graha (ITG), yang berkantor di Perum Deltasari, Sidoarjo, diduga sebagai developer bodong karena mengecewakan banyak customer. Dugaan ini muncul setelah banyak customer kecewa terkait mangkraknya proses pembangunan unit rumah di sejumlah titik di Sidoarjo.

Para customer kecewa lantaran proses pembangunan mangkrak, bahkan ada lokasi yang masih berupa lahan persawahan, belum digarap. Padahal customer sudah membayarkan sejumlah uang, ada yang sampai ratusan juta, dan berdasarkan Akad Jual Beli Rumah serah terima unit dalam tempo dua sampai tiga tahun ke depan. Namun, setelah jatuh tempo, rumah belum jadi, lokasi masih berupa lahan kosong alias masih berwujud area persawahan.

Seorang customer asal Surabaya, bernama Abdul, mengaku geram dengan ITG yang tak kunjung merealisasikan pembangunan rumah. Abdul yang memesan unit rumah di Bumi Madinah Asri Sidoarjo, mengaku sudah membayar hingga puluhan juta. Kegeraman ini membuat Abdul melakukan pembatalan pembelian unit rumah dan meminta uang dikembalikan (refund).

Namun, proses refund ini, menurut Abdul, sangat ruwet. Staf ITG terkesan menghindar dan tak kunjung mengembalikan uang refund meski sudah jatuh tempo. Beruntung Abdul mengambil langkah tepat dengan cara melapor ke Real Estate Indonesia (REI).

“Saya minta tolong ke REI buat memberi somasi kepada ITG. Alhamdulillah, kemudian uang itu (refund) cair, meskipun sudah telat banget (dari jatuh tempo),” kata Abdul, Rabu (10/2/2021).

Customer lain yang minta identitasnya dirahasiakan, juga mengalami nasib seperti yang terjadi pada Abdul. Customer ini kesulitan menagih uang refund. Ia mengaku disepelekan oleh staf-staf ITG. Semula ia dijanjikan uang refund akan dicairkan pada Oktober 2020, tapi ITG mengingkari janjinya. Kemudian, singkat kata, dibuatlah perjanjian antara customer bersangkutan dengan ITG bahwa refund akan dibayarkan dengan cara angsuran 10 kali dalam waktu 10 bulan. Surat ini dibuat 26 November 2020 ditanda-tangani CEO ITG Dadang Hidayat a.n Puguh A dan Direktur Keuangan bernama Totok. Tapi pada Februari 2021, ITG kembali mengingkari janjinya.

“Saya ambil unit rumah di Graha Permata Juanda, saya refund, karena pembangunan tidak jelas. Tapi saat refund, prosesnya ruwet,” kata customer yang enggan namanya disebutkan itu.

“Bahkan saya sempat menghubungi Dadang (CEO ITG), ia menyarankan saya menghubungi pegawai refund, tapi pegawai refund yang bernama Puguh tidak memberi respon,” lanjutnya.

CEO Indo Tata Graha, Dadang Hidayat, saat dikonfirmasi tentang pengabaian hak-hak customer serta pelunasan uang refund, ia menjawabnya dengan pernyataan normatif. Dadang mengaku sedang berusaha untuk menyelesaikan semua kewajiban. Dadang mengatakan, tidak ada maksud untuk menipu atau merugikan customer ITG.

“Mohon doanya. Kami sedang ikhtiar maksimal untuk menyelesaikan semua kewajiban. Monggo kontak tim refund ya, karena pengembalian dana refund mereka yang ngatur,” kata Dadang Hidayat.

Sementara itu, dari penelusuran di media sosial ITG, ternyata akun ITG banyak dihujat oleh customer yang kecewa perihal pembangunan yang mangkrak dan pelunasan refund yang selalu ingkar janji. Mereka menumpahkan amarah dengan komen-komen galak di kolom komentar akun media sosial ITG atau akun media sosial Dadang Hidayat. Namun, belakangan, baik ITG maupun Dadang Hidayat menutup kolom komentar di media sosial. (SURYAMALANG.COM)

 

Artikel ini telah tayang di SuryaMalang.com dengan judul Dirut PT ITG Dadang Hidayat Diciduk dan Ditahan Polrestabes Surabaya, Terkait Penipuan & Penggelapan, https://suryamalang.tribunnews.com/2021/06/02/dirut-pt-itg-dadang-hidayat-diciduk-dan-ditahan-polrestabes-surabaya-terkait-penipuan-penggelapan?page=all.

Editor: Eko Darmoko

Print Friendly, PDF & Email

, , , , ,

Related posts

Latest posts